Search:

Video Andres

April 7th, 2011

Indonesische vertaling van De stille kracht

March 24th, 2011
Door Peter Hoffman . 13 maart 2011 . Reageer

Louis Couperus staat ook in het buitenland weer volop in de belangstelling, getuige de vele nieuwe vertalingen van zijn werk die in de afgelopen jaren verschenen. Helaas was een van Couperus’ beste romans nog niet beschikbaar in de taal van het land waar het verhaal zich afspeelt. Daar is nu dankzij de inspanningen van Christina Dewi Elbers verandering in gekomen. Uitgeverij Kanisius te Yogyakarta gaf recentelijk Kekuatan Diam uit: De stille kracht (1900) in het Indonesisch.
Christina Dewi Elbers is docente Indonesische taal- en letterkunde aan de Universitas Sanata Dharma in Yogyakarta. Ten behoeve van haar proefschrift , een vergelijkend onderzoek naar De stille kracht en Bumi Manusia (Aarde der mensen, 1980) van Pramoedya Ananta Toer, leerde ze Nederlands. Gaandeweg besloot ze om Couperus’ roman dan maar gelijk helemaal te vertalen, zodat deze nu ook eindelijk voor Indonesiërs toegankelijk is geworden.
In het volgende nummer van Arabesken zal Elbers uitgebreid vertellen over haar vertaling, en de positie van het Nederlands en de Nederlandse literatuur in Indonesië. Ook schrijft zij voor hetzelfde nummer een essay over Couperus en Pramoedya Ananta Toer, waarin zij de genoemde romans belicht aan de hand van begrippen als oriëntalisme en postkolonialisme.
Kekuatan Diam is voor 65.000 rupiah te bestellen via de website van de uitgeverij.

http://www.louiscouperus.nl/indonesische-vertaling-van-de-stille-kracht/

Belanda Tak Cukup Luas Bagi Mas Paul

February 26th, 2011

Diterbitkan : 30 Oktober 2010 – 6:51pm, Oleh Prita Riadhini

Nama panggilannya mas Paul. Paul Elbers, dilahirkan di Hilvarenbeek, Belanda, 53 tahun lalu. Rela meninggalkan tanah kelahirannya, berkelana, mengeksplorasi musik dan melebarkan sayap. Mas Paul menemukan kedamaian di Yogyakarta. Hidup terus mengalir, biarkanlah sesuatu berjalan seperti apa adanya.

Seluruh hidup Paul Elbers diabdikan untuk musik. Sejak jaman duduk di sekolah dasar Paul kecil sudah mulai membuat lagu sendiri. Ia biasa menciptakan lagu. Hampir semua aliran musik diminati oleh Paul Elbers saat itu, dari klasik, hingga musik gereja dan musik pop. (more…)

Ketika “Bumi Manusia” Disandingkan Dengan “De Stille Kracht”

February 26th, 2011

Diterbitkan : 24 Februari 2011 – 12:50pm | Oleh Prita Riadhini

Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dan De Stille Kracht karya Louis Couperus sama-sama menceritakan Indonesia di zaman Hindia Belanda. Bumi Manusia mengangkat pandangan pengarang Indonesia, sedangkan De Stille Kracht dari kacamata orang Belanda. Christina Dewi Elbers yang sedang menyelesaikan studi S3-nya di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, membandingkan kedua buku tersebut.

Bumi Manusia bercerita tentang tokoh bernama Minke. Minke adalah salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa.

Buku itu menggambarkan kehidupan saat pemerintahan kolonialisme Belanda. Di buku itu ditekankan pentingnya belajar yang dapat mengubah nasib.

(more…)